Niat Sholat Jamak : Arab, Latin dan Panduannya

4 min read

Niat Sholat jamak
3.7
(6)

Niat Sholat Jamak : Arab, Latin dan Panduannya – Kali ini Dutadakwah akan menerangkan tentang sholat Jamak yakni mengumpulkan dua sholat pada satu waktu. Dan pada artikel ini kami tidak menerangkan tentang qosor sholat atau jamk qosor. Dan utnuk lebih lengkapnya mari kita baca saja uraina kami berikut.

Niat Sholat Jamak : Arab, Latin dan Panduannya

Saudaraku Muslimin muslimat yang kami kagumi. Islam ini banyak rukhshoh dari Allah, salahsatunya adalah Jamak dan qosor dengan syarat-syarat tertentu. Terutama rikhsoh bagi yang sedang dalam beprgian jauh.

Karena orang yang berpegian jauh itu tentunya ada alasan tertentu. Misalnya saja melaksanakan sholat dzuhur, tapi posisi masih di perjalanan dan tidak memungkinkan untuk melakukannya.

Mukodimah

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ  السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهْ، الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ

وَالعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِيْنَ ، فَلَا عُدْوَانَ إِلَّا عَلَى الظَّالِـمِيْنَ 

وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ أَرْسَلَهُ اللهُ رَحْـمَةً لِلْعَالَمِيْنَ ، وَعَلَى اَلِهِ أَزْوَاجِهِ الطَّاهِرَاتِ أُمَّهَاتِ الـمُؤْمِنِيْنَ 

وَعَلَى آلِهِ الطَّيِّبِيْنَ وَأَصْحَابِهِ الغُرِّ الـمَيَامِيْنِ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، أَمَّا بَعْدُ

Segala puji hanya bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sholawat dan salam semoga tetap tercurah kepada Baginda Nabi Muhammad Shollallahu ‘alaihi wa Sallama. Pembaca yang dirahmati Allah sebelum kami sampaikan risalah ini, terlebih dulu kami mohon ma’af. Apabila di dalam kami menuliskan uraian ini terdapat kekeliruan maafkan kami. berikut ini uraiannya:

Dalil Jamak dan Qosor

Sebagaimana Allah SWT berfirman dalam Q S : An-Nisa, ayat 101

وَ اِذَا ضَرَبۡتُمۡ فِی الۡاَرۡضِ فَلَیۡسَ عَلَیۡکُمۡ جُنَاحٌ اَنۡ تَقۡصُرُوۡا مِنَ الصَّلٰوۃِ

Artinya: “Dan apabila kamu bepergian di muka bumi, maka tidaklah mengapa kamu men-qashar sembahyang(mu), jika kamu takut diserang orang-orang kafir.”

Sebelum menjelaskan mengenai niat sholat jama’ dan qashar, terlebih dahulu kiya akan membahas apa itu sholat jama’ dan sholat qashar.

Sholat Jamak

Sholat jamak artinya adalah sholat dikumpulkan dalam satu waktu. Misalnya mengerjakan sholat dzuhur di waktu asar sekaligus juga mengerjakan sholat asar. Demikian pula sebaliknya sholat asar di waktu dzuhur.

Sholat jamak itu tidak mesti harus bepergian jauh. Jadi dengan penyebab hujan deras pun bisa “menjamak sholat” khususnya bagi orang yang sudah terbiasa berjama’ah di masjid atau di musholla.

Baca Juga :  Hukum Menyikat Gigi Saat Puasa Menurut Islam dan Dalilnya

Dan juga orang tersebut dari rumahnya memang jauh. Jika ia jalan ke musholla atau masjid tersebut akan berakibat yang tidak baik. Misalnya kotor, basah dan yang semisalnya.

Dan untuk lebih jelasnya maka kami nukilkan penjalasannya dari Fathul qoribukl mujib berikut ini:

Jamak Sebab Hujan

وَيَجُوْزُ لِلْحَاضِرِ) أَيْ الْمُقِيْمِ (فِيْ) وَقْتِ (الْمَطَرِ أَنْ يَجْمَعَ بَيْنَهُمَا) أَيْ الظُّهْرِ وَالْعَصْرِ وَالْمَغْرِبِ وَالْعِشَاءِ لَا فِيْ وَقْتِ الثَّانِيَّةِ

بَلْ (فِيْ وَقْتِ الْأُوْلَى مِنْهُمَا) إِنْ بَلَّ الْمَطَرُ أَعْلَى الثَّوْبِ، وَأَسْفَل النَّعْلِ، وَوُجِدَتِ الشُّرُوْطُ السَّابِقَةُ فِيْ جَمْعِ التَّقْدِيْمِ

وَيُشْتَرَطُ أَيْضاً وُجُوْدُ الْمَطَرُ فِيْ أَوَّلِ الصَّلَاتَيْنِ، وَلَا يَكْفِيْ وُجُوْدُهُ فِيْ أَثْنَاءِ الْأُوْلَى مِنْهُمَا

وَيُشْتَرَطُ أَيْضاً وُجُوْدُهُ عِنْدَ السَّلَامِ مِنَ الْأُوْلَى، سَوَاءٌ اِسْتَمَرَ الْمَطَرُ بَعْدَ ذَلِكَ أَمْ لَا

وَتُخْتَصُّ رُخْصَةُ الْجَمْعِ بِالْمَطَرِ بِالْمُصَلِّي فِيْ جَمَاعَةٍ بِمَسْجِدٍ أَوْ غَيْرِهِ مِنْ مَوَاضِعِ الْجَمَاعَةِ بَعِيْدٍ عُرْفاً

وَيَتَأَذَى الذَاهِبُ لِلْمَسْجِدِ أَوْ غَيْرِهِ مِنْ مَوَاضِعِ الْجَمَاعَةِ بِالْمَطَرِ فِيْ طَرِيْقِهِ

Dan diperkenankan bagi orang yang muqimin  melakukan sholat jamak antara keduanya, pada waktu hujan.  Maksudnya antara sholat Dhuhur dan Ashar. Dan antara sholat Maghirb dan Isya’. Tidak di waktu sholat yang kedua, bahkan di waktu sholat yang pertama dari keduanya. Jika air hujan bisa membasahi pakaian bagian atas dan bagian sandal yang paling bawah. Dan juga memenuhi syarat-syarat yang telah disebutkan di dalam sholat jama’ taqdim.

Juga disyaratkan harus turun hujan saat permulaan melakukan dua sholat tersebut. Tidak cukup hanya turun hujan di pertengahan sholat pertama dari keduanya. Juga disyaratkan harus turun hujan saat melakukan salam dari sholat yang pertama, baik setelah itu hujan terus turun ataupun tidak.

Rukhshoh jamak sebab hujan hanya tertentu bagi orang yang sholat berjama’ah di masjid, tempat-tempat sholat berjama’ah yang jaraknya jauh menurut ukuran umum. Dan ia merasa berat / kesulitan untuk berangkat ke masjid atau tempat-tempat sholat berjamaah lainnya sebab kehujanan di perjalanannya.

Jamak Terbagi Dua

Sholat Jama’ adalah mengumpulkan sholat menjadi satu. Karena itu tidak ada yang namanyameninggalkan sholat meskipun dalam perjalanan yangjauh. Karena sholat dapat dikumpulkan baik di awal waktu maupun diakhir waktu . Sholat jama’ terdiri dari dua yaitu:

  1. Jamak Taqdim
  2. Tak-khir

Jamak Taqdim

Sholat jama’ taqdim merupakan dua sholat yang dikerjakan dalam waktu yang pertama. Adapun syarat dari sholat jama’ taqdim ini adalah

Niat menjama’ sholat yang diletakkan pada sholat pertama. Adapun sholat yang boleh dijama’ taqdim adalah sholat:

  • Sholat dzuhur dan ashar dikerjakan pada waktu dzuhur
  • Sholat maghrib dan isya yang dikerjakan dalam satu waktu yaitu maghrib.
Baca Juga :  Shalat Fajar : Delapan Keutamaan Yang Luar Biasa

a. Niat Sholat Dhuhur dan Ashar, dilakukan di waktu dhuhur (jamak Takdim)

  • Niat Sholat Dhuhur Jamak Takdim dengan Sholat Ashar

أُصَلِّي فَرْضَ الظُّهْرِأربع رَكعَاتٍ مَجْمُوْعًا إِلَيْهِ الْعَصْرُ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ لِلّٰهِ تَعَالى اللهُ أَكْبَرُ

“Ushollii fardhodl dhuhri arba’a roka’aatin majmuu’an ilaihil ‘asru mustaqbilal qibalati lillaahi ta’aalaa Allahu Akbar.”

Artinya: “Aku niat sholat fardhu dzuhur empat rakaat digabungkan asarnya ke dzuhur menghadap qibklat karena Allah Ta’aala Allahu Akbar.”

  • Niat Sholat Ashar Jamak Takdim dengan Sholat Dhuhur

اُصَلِّى فَرْضَ العَصْرِاَرْبَعَ رَكْعَا تٍ مَجْمُوْعًا إِلَى الظُّهْرِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى

“Ushollii fardhodl ashri arba’a roka’aatin majmuu’an iladz dzuhri mustaqbilal qibalati lillaahi ta’aalaa Allahu Akbar.”

Artinya: “Aku niat sholat fardhu ashar empat rakaat digabungkan ke sholat dhuhur menghadap qibklat karena Allah Ta’aala Allahu Akbar.”

b. Niat Sholat Maghrib dan isya, dilakukan di waktu maghrib (jamak Takdim)

  • Niat Sholat Maghrib Jamak Taqdim dengan sholat Isya

اُصَلِّى فَرْضَ اْلمَغْرِبِ ثَلاَثَ رَكَعَاتٍ مَجْمُوْعًا إِلَيْهِ اْلعِشَاءُ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى

“Ushollii fardhodl maghribi tsalaatsa roka’aatin majmuu’an ilaihil isya-u mustaqbilal qibalati lillaahi ta’aalaa Allahu Akbar.”

Artinya: “Aku niat sholat fardhu maghrib tiga rakaat isyanya digabungkan ke magrib mustaqbilal qibalati lillaahi ta’aalaa Allahu Akbar.”

  • Niat Sholat Isya Jamak Takdim dengan sholat maghrib

اُصَلِّى فَرْضَ اْلعِشَاءِ أربع رَكعَاتٍ مَجْمُوْعًا إِلَى اْلمَغْرِبِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى

“Ushollii fardhol ‘isya-i araba’a roka’atim majmuu’an ilal maghribi mustaqbilal qibalati lillaahi ta’aalaa Allahu Akbar.”

Artinya: “Aku niat sholat fardhu isya empat roka’at digabungkan ke sholat maghrib menghadap qibklat karena Allah Ta’aala Allahu Akbar.”

c. Antara dua sholat yang di jama’ harus berurutan

Dalam melaksanakan sholat jama’ taqdim ini tidak boleh dipisah lama sekali, sampai kira-kira orang melakukan sholat dua raka’at selesai.

d. Melaksanakan dua sholat tersebut masih dalam perjalanan atau belum sampai tujuan

Sebagai contoh saat sedang saat takbiratul ihram sampai sholat yang kedua masih dalam waktu syarat sahnya orang menjamak atau mengqashar.

Jamak Takhir

Jama’ takhir adalah mengerjakan dua sholat yang dikerjakan dalam waktu yang kedua. Sholat jama’ takhir terdiri atas:

  • Dzuhur dan ashar yang dikerjakan pada waktu ashar
  • Sholat maghrib dan isya yang dikerjakan dalam waktu isya’

Syarat Sah Jamak Takhir

  • Jauh sebelumnya sudah niat bahwa akan melakukan takhir
  • Melakukan dua sholat tersebut masih dalam perjalanan atau belum sampai tujuan.

Niat Jamak  Takhir

Dhuhur dan Ashar, dilakukan waktu Ashar (jamak Takhir)

  • Niat Sholat Dhuhur Jamak Takhir dengan Sholat Ashar

اُصَلِّى فَرْضَ الظُّهْرِاَرْبَعَ رَكْعَا تٍ مَجْمُوْعًا إِلَى الْعَصْرِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى

“Ushollii fardhodz dzuhri arba’a roka’aatin majmuu’an ilal ashri mustaqbilal qibalati lillaahi ta’aalaa Allahu Akbar.”

Baca Juga :  √ Sholat Jenazah: Mayit Laki-laki Dewasa dan Prakteknya

Artinya: “Aku niat sholat fardhu dhuhur empat rakaat digabung ke sholat ashar menghadap qibklat karena Allah Ta’aala Allahu Akbar.”

  • Niat Sholat Ashar Jamak Takhir dengan Sholat Dhuhur

اُصَلِّى فَرْضَ العَصْرِاَرْبَعَ رَكْعَا تٍ مَجْمُوْعًا إِلَيْهِ الظُّهْرُ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى

“Ushollii fardhol ‘ashri arba’a roka’aatin majmuu’an ilahidz dzuhru mustaqbilal qibalati lillaahi ta’aalaa Allahu Akbar.”

Artinya: “Aku niat sholat fardhu ashar empat rakaat, dzhuhurnya digabungkan ke sholat ‘asar menghadap qibklat karena Allah Ta’aala Allahu Akbar.”

Niat Sholat Maghrib dan Isya, dilakukan waktu Isya (jamak Takhir)

  • Niat Sholat Maghrib Jamak takhir dengan sholat Isya

اُصَلِّى فَرْضَ اْلمَغْرِبِ ثَلاَثَ رَكَعَاتٍ مَجْمُوْعًا إِلَى اْلعِشَاءِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى

“Ushollii fardhodl maghribi tsalaatsa roka’aatin majmuu’anilal isya’i mustaqbilal qibalati lillaahi ta’aalaa Allahu Akbar.”

Artinya: “Aku niat sholat fardhu maghrib tiga rakaat digabung ke sholat isyak menghadap qibklat karena Allah Ta’aala Allahu Akbar.”

  • Niat Sholat Isya Jamak Takhir dengan sholat Maghrib

اُصَلِّى فَرْضَ اْلعِشَاءِ أربع رَكعَاتٍ مَجْمُوْعًا إِلَيْهِ اْلمَغْرِبُ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى

“Ushollii fardhodl isya’i arba’a roka’aatin majmuu’an ilaihil maghribu mustaqbilal qibalati lillaahi ta’aalaa Allahu Akbar.”

Artinya: “Aku niat sholat fardhu isya empat rakaat digabungkan magribnya ke sholat ‘isya menghadap qibklat karena Allah Ta’aala Allahu Akbar.”

Hukum Mengucapkan Niat

Persoalan mengucapkan niat sudah kami bahas pada beberapa uraian terdahulu. Namun di sini juga kami anggap penting terkait dengan masalah niat. Jadi mengucapkan niat itu adaberbedaan pendapat di kalangan empat madzhab. Akan tetapi tidak satupun yang mengharamkan tentang mengucapkan niat sesaat sebelum takbir. Silahkan buka Madzahibul arba’ah taklif Abdur Rohman al-jaziri.

Mengucapkan  niat dalam madzhab Syafi’i itu sunnah hukumnya. Memang diantaranya ada yang berpendapat wajib tapi kami tidak memilih yang wajib. Oleh karena itu bagi saudaraku yang tidak terbiasa bepergian jauh, tentu akan merasa keberatan mengucapkan niat bahasa arab.

Dengan ini kami tegaskan khusus bagi yang tidak bisa dan tidak biasa. Jadi cukup mengucapkan dengan bahasa masing-masing saja sesaat sebelum takbir. Kemudian pada saat takbirotul ihrom di situlah tempatnya untuk hati berniat. Maka hati cukup mengingat apa yang sudah diucapakan sesaat sebelum takbir tadi.

Niat Sholat jamak

Demikian penjelasan mengenai Niat Sholat Jamak : Arab, Latin dan Panduannya. Semoga dapat bermanfaat dan menambah wawasan. Dan untuk melanjutkan tentang sholat Jamak qosor maka silahkan berlanjut ke ling berikut ini: sholat jamak qosor  – Terimakasih atas kunjungnnya

بِاللهِ التَّوْفِيْقُ وَالْهِدَايَةُ و الرِّضَا وَالْعِنَايَةُ ثُمَّ السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهْ 

Terimakasih kunjungannya

Silahkan klik bintang 5