Malam Lailatul Qadr, Pengertian, Makna Dan Penjelasannya

2 min read

Makna Malam Lailatul Qadr
5
(113)

Malam Lailatul Qadr, Pengertian, Makna Dan Penjelasannya  – Pada kesempatan ini Dutadakwah akan membahas tentang Malam Lailatul Qadr. Dalam pembahasan kali ini tentang arti malam lailatul qadr dan makna yang terkandung didalamnya.

Malam Lailatul Qadr, Pengertian, Makna Dan Penjelasannya

Sebagai umat muslim tentu sudah mengenal tentang Malam Lailatul Qadr, tetapi tidak semua tahu apa arti dan makna yang terkandung dalam malam lailatul qadr sendiri. Uraian ini kami sampaikan secara ringkas dan singkat. Allah menerangkannya dalam surat Al-qadr a-5. Untuk lebih jelasnya silahkan antum baca sampai selasai ulasan berukit ini.

Arti Lailatul Qadr

Lailatul-qadr adalah bahasa arab, sedngkan menurut dalam bahasa indonesianya adalah Malam kemuliaan. Lailatul-qadr itu terjadi hanya satu kali dala setshunnya. Dan laitul-qadr itu akan turun pada bulan suci ramadhan. Demikian ini menurut dari beberapa sumber yang kami baca.

Surat Al-Qadr ayat 1 sampai 5

Dalam surat Al-qadr ini menerang tentang tentang diturunkannya Al-qur’an, malam kemuliaan dan turunnya Malaikat. Adapun rinciannya adalah sebagai berikut;

Ayat pertama

إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ

Artinya: “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan.”

Dalam surat ini terdapat penjelasan tentang al-Qur’an dan malam diturunkannya, dan penjelasan bahwa malam tersebut mempunyai nilai keutamaan yang lebih baik dari seribu bulan. Selain itu, juga terdapat keterangan bahwa para malaikat, termasuk malaikat Jibril, pada malam itu turun ke bumi atas izin Allah untuk membawa segala perintah. Malam itu berisi kedamaian dan keselamatan sampai fajar menyingsing. Sesungguhnya Kami telah menurunkan al-Qur’ân pada malam kemuliaan (lailatulkadar, laylat al-qadr) dan kehormatan.

Baca Juga :  Kisah Nabi Ibrahim As Saat Diutus Menyembelih Nabi Ismail

Ayat kedua

وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ

Artinya: “Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?”

Ungkapan ini sebagai pernyataan takjub atas keagungan yang terdapat pada Lailatul qadr. Sebagaimana kita tahu banyak sekali kemulyaan dan kelebihan pada malam itu.

Ayat ke tiga

لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ

Artinya: “Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.”

Hal ini termasuk hal yang mencengangkan hati dan akal, karena Allah SWT. melimpahkan nikmat kepada umat yang lemah kekuatannya. Dengan malam yang beramal pada malam itu mengimbangi dan melebihi (beramal) selama seribu bulan (seukuran) umur seseorang yang dipanjangkan umurnya selama 80 tahun lebih.

Ayat ke empat

تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِم مِّن كُلِّ أَمْرٍ

Artinya: “Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.”

(Turunlah malaikat-malaikat) bentuk asal dari lafal Tanazzalu adalah Tatanazzalu, kemudian salah satu huruf Ta-nya dibuang, sehingga jadilah Tanazzalu (dan Ar-Ruh) yakni malaikat Jibril (di malam itu) artinya pada malam kemuliaan/lailatulkadar itu (dengan izin Rabbnya) dengan perintah dari-Nya (untuk mengatur segala urusan) atau untuk menjalankan ketetapan Allah buat tahun itu hingga tahun berikutnya, hal ini terjadi pada malam kemuliaan itu.

Huruf Min di sini bermakna Sababiyah atau sama artinya dengan huruf Ba; yakni mereka turun dengan seizin Rabbnya dengan membawa segala urusan yang telah menjadi ketetapan-Nya untuk tahun itu hingga tahun berikutnya.

Ayat kelima

سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ

Artinya : “Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.”

(Malam itu penuh dengan kesejahteraan) lafal ayat ini sebagai Khabar Muqaddam atau Khabar yang didahulukan, sedangkan Mubtadanya ialah (sampai terbit fajar) dapat dibaca Mathla’al Fajri dan Mathla’il Fajri, artinya hingga waktu fajar. Malam itu dinamakan sebagai malam yang penuh dengan kesejahteraan, karena para malaikat banyak mengucapkan salam, yaitu setiap kali melewati seorang mukmin baik laki-laki maupun perempuan mereka selalu mengucapkan salam kepadanya.

Baca Juga :  √ 3 Unsur Keberhasilan Dakwah Nabi Muhammad SAW

Makna Malam Lailatul Qadr

Adpun makna dari lailatul-qadr kami secara rinci kami sampaikan sebagai bnerikut:

Pertama

Qadr berarti penetapan atau pengaturan sehingga lailatul qadr dipahami sebagai malam penetapan Allah bagi perjalanan hidup manusia. Pendapat ini dikuatkan oleh penganutnya dengan Firman Allah pada QS Ad-Dukhan ayat 3. Ada ulama yang memahami penetapan itu dalam batas setahun.

Al-Qur’an yang turun pada malam lailatul qadr diartikan bahwa pada malam itu Allah SWT mengatur dan menetapkan khiththah dan strategi bagi Nabi-Nya, Muhammad SAW guna mengajak manusia kepada agama yang benar yang pada akhirnya akan menetapkan perjalanan sejarah umat manusia, baik sebagai individu maupun kelompok.

Kedua

Qadr berati kemuliaan. Malam tersebut adalah malam mulia yang tiada bandingnya. Ia mulia karena terpilih sebagai malam turunnya Al-Qur’an serta karena ia menjadi titik tolak dari segala kemuliaan yang dapat diraih.

Kata qadr yang berarti mulia ditemukan dalam ayat ke-91 Surat Al-An’am yang berbicara tentang kaum musyrik: Ma qadaru Allaha haqqa qadrihi idz qalu ma anzala Allahu ‘ala basyarin min syay’i (mereka itu tidak memuliakan Allah sebagaimana kemuliaan yang semestinya, tatkala mereka berkata bahwa Allah tidak menurunkan sesuatu pun kepada manusia).

Ketiga

Qadr berarti sempit. Malam tersebut adalah malam yang sempit, karena banyaknya malaikat yang turun ke bumi, seperti yang ditegaskan dalam Surat Al-Qadr: “pada malam itu turun malikat-malaikat dan ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.”

Makna Malam Lailatul Qadr
Makna Malam Lailatul Qadr

Demikan ulasan tentang; Malam Lailatul Qadr, Pengertian, Makna Dan Penjelasannya – Semoga dapat memberikan manfaat dan tambahan ilmu pengetahuan untuk kita semua. Abaikan uraian ini jika pembaca tidak sepakat. Terimakasih.

Baca Juga :  √ Kisah Keajaiban Seorang Pandai Besi Memegang bara api

Terimakasih kunjungannya

Silahkan klik bintang 5