Adab Doa, Mencari waktu mustajab dan memanfaatkannya bermunajat

2 min read

Adab berdoa, mencari waktu mustajab
0
()

Adab Doa, Mencari waktu mustajab dan memanfaatkannya bermunajat – Para pembaca yang baik hati yang kami banggakan. Pada halaman ini kami Dutadakwah akan menyampaikan Adab doa secara ringkas mencari waktu mustajab untuk munajat.

Adab Doa, Mencari waktu mustajab dan memanfaatkannya bermunajat

Pada setiap kita hendak bermunajat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, mesti beradab. Dengan memperaktekan adab dalam berdoa tentunya permohonan kita akan lebih bernilai di hadapan Allah Ta’ala.

Mukadimah

السّلام عليكم ورحمة الله وبركاته

بِسْمِ اللهِ الحَمْدُ للهِ الَّذِيْ أَمَرَ إِلَيْنَا الدعاء، أَشْهَدُ أَنْ لاإِلهَ إِلا اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ،   اللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ:  أَمَّا بَعْدُ

Segala Puji bagi Allah. Al-hamdulillah Ia memerintahkan kita untuk berdoa pada-Nya. Shalawat serta Salam mudah-mudahan tetap tercurah ke kepada Nabi Agung Muhammad Shollallahu ‘alaihi wa sallam. Selanjutnya mari kita simak uraian dutadakwah tentang; Adab berdoa, mencari waktu mustajab.

Berdoa sangat dianjurkan

Sebagaimana diterangkan dalam Al-Adzkar seperti berikut;

اِعْلَمْ أَنَّ الْمَذْهَبَ الْمُخْتَارَ الَّذِيْ عَلَيْهِ الْفُقَهَاءُ وَالْمُحَدِّثُوْنَ وَجَمَاهِيْرُ الْعُلَمَاءِ مِنَ الطَّوَائِفِ كُلِّهَا مِنَ السَّلَفِ وَالْخَلَفِ : أَنَّ الدُّعَاءَ مُسْتَحَبٌّ، قَالَ اللهُ تَعَالَى : “وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ” (المؤمن- ٦٠) وَقَالَ تَعَالَى ” ادْعُواْ رَبَّكُمْ تَضَرُّعاً وَخُفْيَةً ” والآيةُ فِيْ ذَلِكَ كَثِيْرَةٌ مَشْهُوْرَةٌ . (الأذكار : ص ٣٥٣)ۥ

Artinya: Ketahuilah bahwasanya madzhab yang terpilih oleh para fuqoha, ahli hadits dan jumhur ulama dari semua penjuru, termasuk ulama salaf dan kholaf memilih; Bahwa sesungguhnya berdoa itub sangat dianjurkan.

Baca Juga :  √ Hukum Tidur Menghadap Kiblat Menurut Islam

Firman Allah Subhanuhu wa Ta’ala; “Dan telah berfirman Tuhanmu; Bedoalah kepada-Ku niscaya akan Ku perkenankan”. (QS. Al-mukmin : 60). Dan Allah berfirman; “Berdoalah kepada Tuhanmu dengan rendah diri dan suara yang lembut”. Ayat-ayat yang menerangka berdoa itu banyak sekali dan masyhur. (Al-Adzkar. HHal; 353)

Mencari Waktu yang Mustajab Doa

Adapun waktu yang mustajab di antaranya  adalah hari Arafah, Ramadhan, sore hari Jumat, dan waktu sahur atau sepertiga malam terakhir.

Sebagaimana hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الْآخِرُ فَيَقُولُ مَنْ يَدْعُونِي فَأَسْتَجِيبَ لَهُ وَمَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ وَمَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُۥ

Artinya: dari [Abu Hurairah] bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda; “Rabb Tabaraka wa Ta’la turun ke langit dunia pada setiap malam, yakni saat sepertiga malam terakhir seraya berfirman, “Siapa yang berdo’a kepadaKu niscaya akan Aku kabulkan dan siapa yang meminta kepadaKu niscaya akan Aku berikan dan siapa yang memohon ampun kepadaKu, niscaya akan Aku ampuni”. (Hadits Muslim Nomor 1261).

Memanfaatkan Keadaan yang Mustajab Untuk Doa

Di antara keadaan yang mustajab untuk berdoa adalah: ketika perang, turun hujan, ketika sujud, antara adzan dan iqamah, atau ketika puasa menjelang berbuka.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;

 لَا يُرَدُّ الدُّعَاءُ بَيْنَ الْأَذَانِ وَالْإِقَامَةِ

Artinya: “Tidak akan tertolak doa antara adzan dan iqamah”. (Hadits Abu Daud Nomor 437).

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ عَزَّ وَجَلَّ وَهُوَ سَاجِدٌ فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ

Artinya:  “Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam bersabda; “Keadaan hamba yang paling dekat dengan Allah Azza wa Jalla adalah saat ia sujud, maka perbanyaklah berdoa saat sujud”. (Hadits Nasai Nomor 1125).

Baca Juga :  Sholawat Nabi : Teks Arab, Indonesia Terjemah & Keutamaannya

Adab Doa dalam Ihya Ulumuddin.

Adapun adab berdoa yang tertulis dalam kitab Ihya itu ada sepuluh yaitu;

  1. Berdoa pada waktu yang muliya, seperti pada hari ‘Arafah, bulan ramadhan, hari jum’at, sepertiga akhir dari malam hari dan waktu sahur.
  2. Mencari kondisi yang muliya, seperti pada saat sujud, bertemu dengan para musuh, pada waktu turunnya bencana, pada saat didirikannya shalat atau sesudahnya, Imam Nawawi berkata; Seyogoyanya dicari satu kondisi di mana hati sedang lembut.
  3. Menghadap qiblat, Mengangkat kedua tangan, dan mengusap muka ketika selesai.
  4. Merendahkan suara yang keluar antara perlahan-lahan dan keras.
  5. Tidak ada perasaan terpaksa, kemudian diutamakan berdoa dengan doa-doa yang maktsuroh.
  6. Dengan ketundukan, kekhusyuan dan rasa takut, Allah Ta’ala berfirman; Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdo’a kepada Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu’ kepada Kami”. (QS. Al-Anbiyaa : 90). Dan Firman-Nya; “Berdo’alah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut”. (QS. Al-A’raaf : 55).
  7. Menegaskan Apa yang diminta dan yaqin terhadap jawaban yang akan didapatkan, kemudian mempercayai harapannya. Berkata Supian bin ‘Uyainah rahimahullah ta’ala; Tidaklah dilarang seorang dari kalian berdoa dengan cara dari dirinya, sebab Allah Subhanahu wa Ta’ala menjawab seluruh permintaan makhluq-Nya yang keji, seperti Iblis. Allah berfirma; Iblis menjawab: “Beri tangguhlah saya sampai waktu mereka dibangkitkan”. (QS. Al-A’raaf : 14). Allah berfirman: “Sesungguhnya kamu termasuk mereka yang diberi tangguh”. (QS. Al-A’raaf : 15)
  8. Dengan Mengulang-ulang doa sebanyak tiga kali.
  9. Membuka doa dengan berdzikir kepada Allah ta’ala. (berkata Imam An-Nawawi); “Seperti dengan membaca sholawat kepada Rasulullah ﷺ setelah memuji Allah Subahanu wa Ta’ala. Lalu menutupnya dengan bacaan yang sama.
  10. Syarat ini syarat terpenting dan dasar diterimanya doa yaitu menolak kedzaliman dan menerima Allah SUbhanahu wa Ta’ala. (dari AL-Adzkar. Halaman 353 – 356)
Baca Juga :  Doa Akhir Tahun dan Doa Awal Tahun Hijriyah Beserta Artinya
Adab berdoa, mencari waktu mustajab
Adab berdoa, mencari waktu mustajab

Demikian Materi singkat mengenai; Adab Doa, Mencari waktu mustajab dan memanfaatkannya bermunajat – Semoga dapat bermanfaat dan membah ilmu pengetahuan kita semua. Abaikan uraian ini jika antum tak sependapat. Billahi taufiq wal-hidayah:

وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهْ

Terimakasih kunjungannya

Silahkan klik bintang 5